Sabtu, 14 April 2018

Makalah Ilmu Alam Dasar

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sebagai makhluk Tuhan yang berakal, manusia merupakan satu-satunya makhluk yang diciptakan oleh Allah swt, dengan segala kelebihan dibanding makhluk lain baik secara fisik maupun psikis, jasmani maupun rohani. Dari segi lahiriah ia mempunyai postur tubuh yang tegak dan anggota badan yang berfungsi ganda sedangkan dari segi rohaniah ia mempunyai akal untuk berfikir sekaligus nafsu untuk merasa, akal mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, sedangkan untuk merasakan keindahan, keenakan serta merasakan yang lain. Keduanya tidak bekerja secara berpisah, melainkan saling memberi pertimbangan.[1]
Dengan adanya akal manusia akan dapat berpikir. Proses berpikir biasanya bertolak dari pengamatan indera atau observasi empirik. Proses itu dalam pikiran menghasilkan sejumlah pengertian dan sekaligus keputusan atau simpulan. Kegiatan berpikir itu sendiri sangat diperlukan untuk mengembangkan keterampilan berbahasa tersebut. Kegiatan berpikir yang logis harus diikuti bahasa yang logis pula, agar informasi yang disampaikan penutur dapat tersampaikan secara logis pula.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari manusia yang berakal ?
2.      Bagaimana proses lahirnya pemikiran-pemikiran manusia?
3.      Ada beberapa tingkatan pemikiran pada manusia?
4.      Bagaimana ilmu perspektif islam?
C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui kehidupan manusia yang berakal.
2.      Mengetahui proses pemikiran-pemikiran oleh manusia.
3.      Mengetahui tingkatan-tingkatan pemikiran pada manusia.
4.      Mengetahui ilmu pengetahuan dari sudut pandang islam.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Manusia Sebagai Makhluk yang Berakal
Manusia adalah salah satu makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT yang memiliki karakteristik yang khas. Untuk memahami siapakah manusia itu? Maka, manusia harus dikaji sebagai obyek yang menyeluruh dan mendalam, yaitu dengan memahami potensi kehidupan yang mempengaruhi kehidupannya.
Sedangkan akal bagi kehidupan manusia, tidak termasuk dalam potensi kehidupan manusia. Sebab, manusia masih dapa hidup meskipun akalnya hilang. Seperti orang gila, atau anak kecil yang akalnya belum sempurna. Namun akal merupakan kelebihan yang diberikan pada manusia, yang dengan akal itulah mampu membedakan antara manusia dengan makhluk lainnya.[2]
1.      Kebutuhan Jasmani
Kebutuhan jasmani merupakan kebutuhan yang paling mendasar, merupakan hasil dari kerja struktur organ tubuh manusia. Apabila kebutuhan mendasar tersebut tidak terpenuhi, maka struktur organ tubuhnya akan mengalami kerusakan.
Jasmani yang sehat akan dicerminkan dengan penguasaan salah satu keterampilan yang dibutuhkan dalam mencari rizki, seperti yang disimbulkan dalam kisah Nabi Musa a.s ketika diambil menantu Nabi Syu’aib bahwa syarat yang harus ada adalah kuat fisiknya dan dapat dipercaya mentalnya. Firman Allah:
“salah seorang dari dua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambilah iya sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”[3]
2.      Naluri
Allah SWT menciptakan potensi kehidupan pada diri manusia berupa naluri. Naluri pada manusia terdiri dari:
a.       Naluri beragama (Gharizatut Taddayun)
b.      Naluri mempertahankan diri (Gharizatul baqa)
c.       Naluri melangsungkan keturunan (Gharizatun nau’)
Kebutuhan Naluri (Al-Gharizah) jika tidak dipenuhi tidak sampai mengakibatkan kematian tetapi hanya menimbulkan perasaan gelisah saja pada diri manusia.
Naluri beragama (gharizatut taddayun). Penampakan mendorong manusia untuk mensucikan sesuatu yang mereka anggap sebagai wujud dari Sang Pencipta, maka dari itu dalam diri manusia ada kecenderungan untuk beribadah kepada Allah SWT, perasaan kurang, lemah dan membutuhkan.
Naluri mempertahankan diri (gharizatul baqa). Penampakannya mendorong manusia untuk melaksanakan berbagai aktifitas dalam rangka melestarkan kelangsungan hidup. Berdasarkan hal ini maka manusia mempunyai rasa takut, keinginan menguasai, cinta pada bangsa dan lain-lain.
Naluri melangsungkan keturunan (gharizatun nau). Penampakannya akan mendorong manusia melangsungkan jenis manusia. Sebagai penampakan dan naluri ini, manusia memiliki kecenderungan seksual, rasa kebapakkan, rasa keibuan, cinta pada anak-anak, cinta pada oang tua, cinta pada orang lain dan lain-lain.
3.      Akal
Manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang sempurna, hal ini dikarenakan manusia memiliki akal yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Dengan akal yang dimiliknya telah mengangkat kedudukan manusia sekaligus menjadikannya makhluk yang paling utama.
Dengan demikian, merupakan kesalahan besar apabila membahasa tentang akal kemudian berkesimpulan bahwa akal adalah organ berbentuk fisik yang berada dalam otak, kepala ataupun dada, dengan dalil bahwa hati ada di dada. Sebab fakta membuktikan bahwa hewan juga memiliki hati yang ada di dalam dada, namun tetap saja hewan tidak mempunyai akal. Sebagian besar kelakuan manusia dikuasi oleh akalnya, sedankan hewan oleh naluri (insting)nya. Dngan akalnya manusia menguasai alam (free mastery of nature) sehingga bisa hidup dimanapun, sedangkan hewan hanya pada tempat tertentu saja.[4]
 Oleh karena itu, akal merupakan kekuatan menghasilkan keputusan (kesimpulan) tentang sesuatu. Dan kekuatan ini bukan merupakan kerja satu organ tubuh manusia saja seperti otak, sehingga akal dianggap sama dengan otak.

B.     Proses Lahirnya Pemikiran Manusia
a.       Rasa Ingin Tahu Manusia
Dengan potensi akal yang dimiliknya maka manusia berusaha untuk memahami akan berbagai fenomena alam yang terjadi. Dan lahirnya pemikiran manusia itu berawal dari rasa ingin tahu yang dimiliki oleh manusia. Rasa ingin tahu pada manusia boleh dikatakan tidak akan pernah berhenti, karena selalu muncul keinginan untuk menambah pengetahuan. Hal ini juga menjadi perbedaan antara manusia dengan hewan, pengetahuan manusia makin hari makin bertambah luas dan berkembang, sedangkan hewan sampai pada batas tertentu. Manusia memiliki pembagian kerja yang matang, sedangkan pada hewan tidak.
Rasa ingin tahu itupula yang mendorong manusia untuk melakukan sesuatu demi menemukan jawaban atas berbagai persoalan yang muncul di dalam pikirannya. Upaya yang dilakukan manusia adakalanya berhasil namun juga bisa gagal. Akan tetapi kegagalan yang ada pada umumnya justru semakin memicu untuk melakukan lebih keras lagi sampai berhasil.

b.      Tahapan Pemikiran Manusia
Bagaimana sesungguhnya proses berfikir pada manusia? Jika kita telah lebih lanjut akan kita dapati bahwa untuk dapat berpikir membutuhkan beberapa komponen :
1)      Fakta, manusia membutuhkan fakta yang dijafikan objek berfikirnya.
2)      Indera, untuk dapat menyerap fakta-fakta yang akan dipikrkan. Seperti mata untuk melihat, peraba, pendengaran dan indera yang lain.
3)      Otak, merupakan organ yang berfungsi untuk menerjemahkan setiap fakta yang diserap.
4)      Informasi sebelumnya. Tanpa informasi, manusia tidak dapat memahami fakta yang sedang dihadapinya.



C.    Tingkatan Berpikir Pada Manusia[5]:
a.       Berpikir dangkal
Yaitu pengetahuan yang diperoleh melalui proses berpikir yang hanya melihat sesuatu dan membuat kesimpulan dan berkenaan dengan sesuatu itu tanpa disertai pemahaman. Pemikiran ini diperoleh dengan cara sekedar mengindera fakta kedalam otak tanpa mengaitkan dengan informasi apapun. Juga tidak disertai dengan usaha untuk mencari informasi yang lain yang berkaitan dengannya.
b.      Berpikir Mendalam
Adalah tingkatan berpikir yang lebih tinggi dari berpikir dangkal, berupaya untuk lebih mendalam memahami fakta dan mendalam mengaitkan dengan informasi. Proses ini dilakukan secara berulang-ulang untuk mencari informasi yang lebih banyak lagi.
c.       Berpikir Cemerlang
Adalah berpikir mendalam itu sendiri ditambah dengan segala sesuatu yang ada di sekitar fakta dan yang berkaitan dengan fakta untuk bisa sampai pada kesimpulan yang benar.

D.    Ilmu Pengetahuan Perspektif Islam
perintah membaca Al-Qur’an yang merupakan ayat pertama yang turun merupakan pintu awal mencari dan membahas ilmu pengetahuan.
Al-Qur’an mengajak dan mengajarkan kepada seluruh manusia untuk senantiasa berpikir, menggunakan akal sesuai dengan fungsinya agar mendapatkan pengetahuan yang benar. Selain itu dalam islam juga memerintahkan untuk mengajarkan ilmu pengetahuan yang di dapat.
Terdapat banyak ayat di dalam Al-Qur’an yang merupakan sumber ilmu pengetahuan, dimana belakangan manusia baru menemukan kesesuaian dengan faktanya. Hal ini jelas menunjukkan Al-Qur’an sebagai wahyu dari Allah, karena disaat manusia belum ada yang mengungkapkan ternyata Al-Qur’an sejak 13 abad yang lalu telah mengungkapkannya.
Salah satu misal ayat dalam Al-Qur’an yang menjelaskan tentang pengetahuan, ada pada Qs. Ar-Rahman 19-20, yang berbunyi:
Artinya: “dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudia) keduanya bertemu. Diantaranya keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.”
Fenomena yang ditemukan di laut/ selat Gibraltar bahwa terdapat dua air tawar dan asin yang tidak dapat menyatu ternyata sudah ditulis dalam Al-Qur’an ribuan tahun yang lalu.
Manusia pada abad ke 5 yang memiliki ilmu sains masih sangat terbatas pasti mengetahui bahwa jika dua air disatukan akan saling bercampur satu sama lain, namun Al-Quran yang tidak datang dari manusia ternyata menunjukkan sebuah kebenaran yang baru dapat dibuktikan oleh para ilmuwan sekitar 14 abad setelah diturunkan.  Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, Peristiwa yang terjadi pada selat Gibraltar akhirnya dijelaskan dengan ilmu sain dan menggunakan perlengkapan lebih modern. Meskipun ikatan kovalen pada air harusnya menyatukan dua buah air yang bercampur, hal ini sedikit berbeda untuk air yang sedang mengalir. Ahli kelautan modernen menemukan fakta bahwa dua buah air dengan massa jenis yang berbeda yang bergerak akan cenderung untuk mempertahankan keadaan masing-masing.  Peristiwa air laut di selat Gibraltar disebabkan oleh "Tegangan Permukaan" dari masing-masing air. Tegangan permukaan mebuat seolah-olah ada sekat sangat tipis di antara kedua permukaan air sehingga kedua air tidak bercampur sama sekali.[6] Hal ini dijelaskan oleh seorang pakar kelautan dalam sebuah buku berjudul Principles of Oceanography yang dikarang oleh Richard A Davis.
ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini belumlah terjadi sebelum abad ke-20.




BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Manusia adalah makhluk yang berakal, merupakan keunggulan tersendiri dibandingkan makhluk yang lainnya. Manusia mempunyai fitrah, sehinggan rasa ingin tahu terhadap sesuatu yang menjadi cikal bakal lahirnya pemikiran manusia. Maka dari itulah proses pemikiran manusia dibagi menjadi beberapa tingkatan yang berdasarkan mitos, rasional, dan ilmiah. Dan yang terpenting bagaimana kita bisa mengembangkan ilmu pengetahuan ang selalu proporsional dengan islam.
B.     Saran
Kami selaku penyusun sangat menyadari masih jauh dari sempurna dan tentunya banyak sekali kekurangan dalam pembutan makalah ini.Hal ini disebabkan karena masih terbatasnya kemampuan kami.
Oleh karena itu, Kami selaku pembuat makalah ini sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun.Kami juga mengharapkan makalah ini sangat bermanfaat untuk kami khususnya bagi pembaca.
C.    Daftar Pustaka
·         Tasmuji, H. Cholil, dkk. IAD-ISD-IBD. Surabaya: UINSA Press, 2016.
·         Ali, Mohammad Daud. Pendidikan Agama Islam. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1998.
·         Notowidagdo, Rohiman. IBD Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1996.
·         Suyudi, Muhammad. Pendidikan Dalam Perspektif Al-Qur’an. Yogyakarta: Mikraj, 2005.





[1] Amin Syukur, Pengantar Studi Islam, (Semarang: CV. Bima Sejati, 2000), hlm. 1.
[2] Abdurrahman, Hafidz. Islam: Politik dan Spiritual (singapore: lisan UI-Haq, 1998), 49.
[3] QS. Al-Qashash: 26
[4] H. Rohiman Notowidagdo, Ilmu Budaya Dasar Berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadits. (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1996), 26.
[5] Taqiyuddin an-nabhani, hakekat berpikir. Terjemah (Bogor: Pustaka Thariqul Izzah, 2003), 121.
[6] Richard A Davis, Principles pf Oceanography. 1996.

Minggu, 21 Mei 2017

kembali ke perjalanan. Perjalanan ditempuh kurang lebih 7 jam dari Jakarta. Ketika kami bilang ke kernet bus kalau kami mau naik gunung ciremai, kami disarankan untuk turun di cigugur. Oh iya, rencananya kami akan naik melewati jalur palutungan, karena di gunung ciremai ada 3 jalur pendakian umum yaitu Apuy, Linggarjati dan Palutungan. Jalur Palutungan adalah jalur yang paling lama waktu tempuhnya, tetapi track perjalanannya lebih mudah dibanding kedua jalur yang lain. Sekitar pukul 5 sore, Kami sampai di Kuningan tetapi bukan di kotanya, melainkan dikecamatan Cigugur. Turun dari bus, untungnya kami menemukan POM Bensin didekat perempatan dan kami langsung mencari masjid disana untuk sholat jamak dhuhur dan ashar serta melepas lelah. Saat kami berjalan kesana, seorang supir angkot dengan angkotnya mengikuti kami dan beliau pasti sudah tahu dengan tas bawaan kami bahwa kami mau naik gunung, lalu beliau menawarkan angkotnya untuk kami bertujuh menuju pos pendakian. Beliau rupanya agak memaksa dan kamipun akhirnya ikut saja. Setelah selesai sholat, kami naik angkot dengan kesepakatan bayaran sebesar Rp. 110ribu untuk kami bertujuh. Sebenarnya itu mahal, tapi gak apa-apalah, yang penting ke gunung ciremai^^. 
Angkot tersebut berjalan membelah daratan kuningan yang menawarkan hawa sejuk nan dingin, kami dibawa naik turun bukit ditemani dengan pemandangan sang fajar yang mulai terbenam. Beberapa waktu kemudian, sampailah kami disebuah desa yang bernama Cisantana. Kami makan dulu disebuah warung warga, dan melakukan pelaporan disebuah kantor pos resort cigugur. Setelah itu, kami menuju kesebuah masjid untuk menunaikan sholat maghrib dan isya’. 
Perjalanan kami dimulai pukul pada pukul 19.48 malam hari dari masjid di desa itu. Desa cisantana merupakan desa terakhir sebelum memasuki area gunung ciremai jika melewati jalur palutungan. Beberapa menit kemudian, kami melewati kandang ternak warga, dan perkebunan warga desa. Dan sebelum masuk area hutan, terdapat sebuah pondok untuk beristirahat. Perjalanan kami malam itu untuk menuju ke Pos 1 yang ditempuh selama 3 jam, itupun bisa kurang karena kami sempat kesasar karena salah memilih jalan. Jadi untuk anda yang ingin ke ciremai, ketika hendak menuju pos 1, jika bertemu 2 jalan yang satunya menanjak dan yang satu lagi datar pilihlah jalan yang menanjak dan berbatu jangan pilih yang datar karena jalannya akan menurun nantinya.
Pukul 22.45, kamipun sampai di pos 1, Pos Cigowong dengan ketinggian 1450 mdpl & puncak 5,6 km. Di pos ini kami mendirikan tenda untuk bermalam. Fasilitas yang tersedia dipos ini yaitu adanya pondok yang bisa digunakan untuk beristirahat, tetapi pondoknya tidak memiliki dinding di kiri kanannya sehingga jika ingin tidur, dirikanlah tenda agar ridak kedinginan. Ada WC sekitar 5-6 buah dalam satu bangunan tetapi kondisinya sangat kotor dan dipenuhi dengan coretan-coretan. Di pos 1 ini adalah satu-satunya tempat dimana kita dapat menemukan sungai, selebihnya untuk pos-pos selanjutnya tidak ada sumber air sehingga, disarankan untuk mengambil air terlebih dahulu untuk meperluan memasak atau minum diatas sebelum melanjutkan perjalanan.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzfzrVlsBnxLG7jJOwUd9O6TftwmjA309MEAqh_EfxNzvj3-_14Jsyqj69g8bANvH3R5mrb8AYAZerng6N0lYvrZ-EMB8nbJDVvInL3idi_0Mll2EW6J1LytG89si62cai3EE4EzMKiGtC/s200/CIMG6266.JPG

Kemudian paginya kami sarapan dan melanjutkan perjalanan sekitar jam setengah 9 pagi. Perjalanan menuju pos 2 begitu melelahkan, karena track yang terus menanjak. Sering-seringlah beristirahat ditempat yang agak lapang, tetapi jangan terlalu lama. Sebelum mencapai pos 2, kami melewati pos bayangan yaitu pos kuta, luasnya masih cukup untuk menampung sekitar 2-3 tenda. Lalu, perjalanan kami lanjutkan, seteleh berjalan beberapa lama akhirnya kami sampai di pos 2. Pos 2 bernama Pangguyangan Badak dengan ketinggian 1800 mdpl & puncak 4,5 km. Di pos 2 tidak ada apa-apa, hanya lahan kosong.
Lalu kami melanjutkan perjalanan, track berbatu dan terus menanjak serta tak jarang ada pohon tumbang yang menghalangi jalan. Setelah berjalan sekitar 1 jam, akhirnya kami sampai dipos 3 pada pukul 10.13, Pos Arban dengan ketinggian 2050 mdpl & puncak 3,6 km. Sama seperti sebelumnya, hanya merupakan lahan kosong, kami meninggalkan dan menyembunyikan 2 botol air disini untuk persediaan ketika turun nanti (*semoga gak diambil orang, hehe).

pos 2 & 3
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNejGdb0tU1UOSiztmyRpryOVxapdn3JMfkRfDEpBq4H69ZPabG1YoDWlQjbVywqMyb8SEKfdweSQ_odi9Ajp9veJ6W0a4wbD0r1JxUynbl_E2Sk7t8Qbz0gwykhGHxg6B9x4Mk8W5_3K9/s200/CIMG6274.JPG
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVvi6WhtoE_RdkHV6lkAlouMMVg-SuuEThnHaCIAlUsk0i5ss7sIH5B9_HpljWW5WonWuOH5nGek1auJrdrV4NVPokqq20D952djmXCFiP5ah1BBv0YS18j82FGSJiYUSL-P7ueWPuPmBo/s200/CIMG6281.JPG










Setelah itu perjalanan dilanjutkan, jalanan terus menanjak (*hampir frustasi gara-gara jalanannya yang menanjak terus -_-“). Kami beberapa kali berhenti berjalan untuk beristirahat sejenak. Pukul 10.50 kami tiba di Tanjakan Asoy, Pos ke 4 dengan ketinggian 2200 mdpl & puncak 2,9 km. Kami istirahat sejenak sambil berfoto ria dengan pohon besar yang telah tumbang, tak lupa juga kami menyembunyikan 1 botol air untuk persedian turun (*ssstt!!). Mengapa dinamakan Tanjakan Asoy??, mungkin karena track yang akan dilalui setelah pos ini sangat terjal, iya, memang tanjakannya lebih menantang dari tanjakan-tanjakan sebelumnya, kami lebih cepat lelah dan ngos-ngosan.  
Pos selanjutnya yaitu Pos Pasanggrahan atau pos ke 5 dengan ketinggian 2450 mdpl & puncak 1,6 km. Kami sampai disini sekitar pukul 12.36. disini juga kami tinggalkan 1 botol air. Dari pos ini, puncak ciremai sudah kelihatan.
Kemudian kami berjalan lagi untuk menuju ke pos berikutnya yaitu pos 6. Sekitar jam 2 siang, kami sampai di Pos yang bernama Sanghyang Ropoh ini. Di pos ini, tempatnya lebih kecil dari pos-pos sebelumnya. Kami tidak menyimpan air disini. Vegetasi hutan mulai terbuka. Puncak ciremai semakin jelas kelihatan. 

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiUMVyQotvGmEQeGoT7rcF56FYDflXWSMTt5ElV77x_T95hknfrnEDwfhYg2_e-bWR5dQa7nv2zXUCQoMiHG4ufSRDSHtNeqXpd7YmBv5ps7P07gjLSDorqAcJm0eQQeKz_vtossHSz3NQ/s200/CIMG6314.JPG


Selanjutnya perjalanan berlanjut. Vegetasi pohon-pohon yang tinggi berganti menjadi semak belukar. Disepanjang jalan kita dapat menemukan bunga edelweis, saat kami kesana bunga edelweisnya sedang mekar sehingga menjadi pemandangan yang indah. Kadang disisisi jalan, kami bertemu dengan hamparan padang edelweis dimana semua bunganya yang berwarna kuning, mekar. Namun, ketika jalan disini harus berhati-hati karena jalanan sudah berbatu dan sempit. Terkadang kita temui jalan yang membentuk lorong sehingga harus hati-hati ketika melewatinya. Di tambah lagi debu-debu yang dapat mengganggu pernapasan, bagi anda yang tidak suka hal ini sebaiknya menyiapkan masker penutup mulut sebelum perjalanan.
gini nih tanjakannya,,,

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdMILXYksaXMPuJs7IvDQzwr3x5gN64dH0_pLC0TPs1IiSUX7mekDmEKX8YbHFIu8cSLKYlsxcAVmZF72sRnsVh-kcRqXvjyKuTTs1b558cLrqi8Un-oaSJlII3k8B9jK1_0LtmechsSsI/s200/DSCN0767.JPG

Rasa frustasi semakin menjalar kedalam pikiran saya, tanjakan demi tanjakan telah dilewati namun belum nampak ada pos. Sampai ketika, saya yang selalu berjalan di bagian belakang menyusul kedepan, berharap pos selanjutnya ada didepan mata. Tetapi, yang terpampang bukan tulisan pos, tapi pertemuan dua jalur pendakian yaitu apuy dan palutungan. Jalur Apuy adalah jalur yang awalnya dimulai dari kabupaten Majalengka. 

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXUf2PkMnk1pRaav1NTkscAoTmdtN4n6-1sWX1Rw23zG-jijY2_zWCIfW1TALxsdYbPsatMVtiqVIQPFi9lq53v__GsIwGvh66MFrbRytbwxb6UYQ2G28hsxIlN8j4_wsf11Bh94oiZZAx/s200/CIMG6331.JPG

Kamipun terus berjalan, menapak bebatuan –bebatuan itu. Rasa lelah kian membara, tetapi semangat tak pernah padam, semangatlah yang menjadi penggerak dalam setiap langkah kaki kami. Hingga akhirnya frustasi menjalar dari pikiran keseluruh tubuhku. Kakiku kram, ketika hendak menginjak batu yang sangat tinggi, mungkin salah urat kali ya. Rasanya dari pangkal paha bagian atas sampai telapak kaki kanan saya seakan mati suri, tidak bisa digerakkan dan ditekuk. Saat itu terbersit kata menyerah dalam pikiran. Untung saja ada ega, yang tak jauh dibelakangku membantu memijat sehingga terasa lebih baik. Saat itu, temanku yang lain masih jauh dibawah, sehingga kami berdua tidur-tiduran di tanah sambil menunggu yang lain sampai diatas.
Kemudian beberapa saat ka’sein mendahului kami dan berjalan beberapa meter keatas, kemudian dia berteriak, “Goa waleeet!!..” , kami semua yang ada dibawah kegirangan dan dengan semangat langsung menapaki batu-batu yang bersusun itu sampai kesebuah tanah lapang yang luas. Itulah Goa Walet, pos ke 7, pos terakhir sebelum mencapai puncak. Akhirnya kami dapat beristirahat sejenak, meskipun kami belum mendirikan tenda. Kami tiba sekitar pukul 4 sore. Setelah melepas lelah, segera kami dirikan 2 tenda dan sholat jamak dhuhur dan ashar. Sembari menunggu hingga malam tiba, kamipun berfoto-foto sambil menikmati pemandangan matahari yang terbenam di ufuk barat.
kami saat menikmati sunset di goa walet,,

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaaHFvoNbLHIb26lal7pu3Rb71lW6SvDucQBI0fLNkaxR49JKlFaxBedEIwrAFKWSULhsWs9isFIModrDihZbbmM6WKLQ5oOnRxRUn9gDI_n-FDgNUmbnxHAfxayiy2lmRPBA1F1UXlCk1/s200/DSCN0802.JPG


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMPUA6_ygIH-UESGt93eTC3KKIPAXPm00eCazVOiJSvH69DpCD4iiEf_nNl4YA7zC7VaBSpxIY9XcqsQASZeIWdNSP8PQuoagKggm-ht6XZ1TVh1WFMhWA-YXlELEhzTkI8qzqjweUFBrF/s200/DSCN0798.JPG 


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIggQuv4yiTlitjiNhn8iEddWDVEixuVxLK409awvRzGbqg8yNyrH7fDODyTPRYCkpY_wdgCciNO84z_oYFGLx8P7PE_ZGLUBWQKvv8tyUMLbqY59YN1N92ojGHg41zovPCDr8jG1i_Miv/s200/DSCN0806.JPG



Diatas sana, garis horizon terlihat sangat jelas. Awan-awan kini berada dibawah kami, daratan ini serasa seperti pulau. Pulau diatas awan. Tapi, kami masih punya satu tujuan lagi, yaitu menuju puncak, puncak ciremaaaiii yeeey.Malampun tiba, kami makan malam dan beranjak tidur karena suasana diluar cukup menembus kulit & daging. Besok pagi kami bangun untuk sholat shubuh, ega dan abi menuju ke puncak duluan untuk mengejar sunrise di puncak sedangkan saya dan lainnya memilih untuk menikmati secangkir kopi dan energen panas disekitar goa walet. Lalu sekitar pukul 5.30 kami menyusul kesana. Perjalanan ke puncak tidak sampai 30 menit, barang-barang kami tinggal ditenda, hanya membawa sebotol air dan beberapa snack. Dan Ketika hendak menaiki puncak, saya tak sengaja melihat sajak-sajak yang terdapat dibalik sebuah pohon, isinya :

Aku rindu berdiri di ketinggian
Menunggu surya yang malu-malu
Mengintip dari balik awan
Menemani kabut
Menyongsong pagi
Bersandar pada tebing keabadian

Inilah kami ketika di puncak,,,

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhK9zqD4R73dm1RcCVedb9x9ZJRXHAwWqvq-CcxmjHSwh46i_cQJB0VCAgkzF_s85wTJBWS00gubrT73-LHYJndSE6XHewuLaHScrQY0Do3LifHVpUPS7Oo5KJe663Vs5hRGnSnzWqvxtrb/s200/DSCN0927.JPG



Pada hari itu juga, kamipun turun kembali ke desa cisantana dengan jumlah anggota yang tetap dan selamat, dan kembali ke Jakarta dengan menumpang bus jurusan Kuningan-Jakarta.

Ringkasan pendakian :
Pom Bensin –Perkampungan (pos palutungan) : 15 menit, 1100 mdpl
Perkampungan - Pos 1 (Cigowong) : 3 jam, 1450 mdpl, puncak 5,6 km
Pos 1 – Pos 2 (Pangguyangan Badak) : 1,5 jam, 1800 mdpl, puncak 4,5 km
Pos 2- Pos 3 (Arban) : 45 menit, 2050 mdpl, puncak 3,6 km
Pos 3 – Pos 4 (Tanjakan Asoy) : 40 menit, 2200 mdpl, puncak 2,9 km
Pos 4 – Pos 5 (Pasanggrahan) : 1 jam 45 menit, 2450 mdpl, puncak 1,6 km
Pos 5 – Pos 6 (Sanghyang Ropoh) : 1 jam 30 menit, 2650 mdpl, puncak 1,1 km
Pos 6 – Pos 7 (Goa Walet) : 2 jam, 2950 mdpl, puncak 0,3 km
Pos 7 – Puncak (Sunan Talaga) : 30 menit, 3056 mdpl
*perjalanan naik : 11 jam, turun : 5 jam (naik-turun : via palutungan)

Rincian biaya :
Tiket Busway (Gelanggang remaja-Kampung Rambutan) : Rp. 3.500/orang
Bus jurusan Jakarta-Kuningan PP : Rp. 50.000x2 = Rp. 100.000/orang
Carter angkot ke desa cisantana (pergi) : Rp. 15.000/orang
Carter angkot ke desa cisantana (pulang) : Rp. 10.000/orang
Angkot M06 : kampung rambutan-bidaracina : Rp. 5.000/orang
Total : Rp. 133.500

*tips :
-jika perjalanan dimulai dari Jakarta pada siang hari siapkan uang receh untuk para pengamen (dan pemalak -,-‘)
-mintalah kernet bus untuk turun di tempat yang paling dekat dengan desa cisantana seperti perempatan dekat pom bensin
-carter angkot biasanya 10ribu, (yang 15ribu karena kepaksa yah --“)
-di dekat pos pelaporan, ada warung yang menyediakan mie rebus dan warung mie ayam (mantap nih, yang ini kudu cobain hehe) sebagai tempat untuk mengisi perut sebelum memulai perjalanan
-jika berjalan dimalam hari, lihat sekitar karena di ciremai minim dengan petunjuk jalan.
-ketika menuju pos 1, hindari jalan yang semakin lama semakin menurun, jika terlanjur, segera berbalik arah karena anda telah kesasar (^,”)
-persiapkan mental dan fisik ketika berjalan menuju pos goa walet karena akan sangat menguras tenaga dan batin (#_#)
-yang terpenting manajemen air yang baik karena sedikitnya sumber air. (^_*)